APAKAH BENAR INI JALANKU?

image

Assalamualaikum wahai saudaraku… Apa kabar hari ini? Semiga semua baik aman dan terkendali. Dini hari ini saya isi waktu luang saya untuk mencoba membuka sebuah mega yang terkadang menutupi mata batin kita. Itung2 sambil menunggu waktu saur kali ini. Wahai saudaraku yang budiman. Ada sebuah cerita, dimana dalam kisah ini ada keluarga tikus yang tinggal dirumah keluarga petani. Petani tersebut bisa dibilang dalam golongan keluarga yang sederhana, layaknya petani biasanya mereka memiliki ternak sawah dsb.

Pada suatu ketika, keluarga tikus mencari makan di dalam sebuah gudang di belakang rumah, dan hal itupun diketahui oleh pak tani. Sontak pak tani kaget melihat kejadian tersebut, dan pak tani berinisiatif untuk membelikan jebakan untuk tikus2 yang tinggal dalam rumahnya itu marena dianggap mengganggu. Mendengar hal tersebut, timbullah kepanikan pada keluarga kecik tikus tersebut. Dengan taksabar dan tanpa fikir panjang, pak tijus tersebut meminta bantuan kepada tetangga lain yang tinggal dalam rumah itu. Yang pertama pak tani datangi adalah sang ayam. Dan pak tikuspun berkata “pak ayam2, bisakah engkau bermurah hati untuk menokongku fan kekuargaku pak ayam” (pintanya sambil tersengal2 karena habis berlari). Ada apa pak tikus? Kenapa engkau begitu gusar? (jawaban si ayam) pak tikuspun kembali kembali mengatur nafas dan mulai menceritakan apa yang mengancam keluarganya. Dengan acuh seakan tak peduli si ayampun menjawab ” wah… Itu bukan urusan saya pak tikus… Saya tidak bisa berbuat apa2 (kata si ayam). Tapi tokonglah pak ayam.. Ini demi keselamatan keluargaku (sahut pak tikus). Maaf pak tikus… Saya benar2 tidak bisa pak tikus, sudahlah.. Minta yokong saja sama pak kambing.. (kelak si ayam). Karena pak ayam sudah menolak, maka pak tikus pun berniat mengunjungi kediaman pak kambing. Dan setelah sampai, maka pak tikus segera menceritakan maksud kedatangannya. Dan sekali lagi dengan kasarnya pak kambingpun menolak ” bah… Macam mana urusanya ama aq? Itukan urusan kau dengan pemilik rumah ini? (jawab pak kambing). Yahh… Saya minta kemurahan pak kambinglah… Selain pak kambing trus siapa lagi yang bisa menolong saya? (keluh pak tikus). Kau datangi saja rumah pak sapi, siapa saja dia mau bantu urusan kau itu? (tegas pak kambing). Maka segeralah pak tijus datang menghampiri kediaman pak sapi yang tidak jauh dari rumah pak kambing,  dan langsunglah pak tikus dengan segera ia menceritakan persoalan yang sedang dihadapinya. Maaf pak tikus…  Saya tidak mau ikut campur dalam masalah ini pak tikus( jawab pak sapi). Tapi bagai mana bisa pak sapi? Sedangkan rumah pak sapi begitu besar dan luas, bukankah itu cukum untuk persembunyian kami sekeluarga pak sapi? Sebentar…. Saja…( pinta pak tijus dengan penuh harapan). Sudah aq bilang pak tikus.. Aq tidak mau ikut campur dalam urusan ini… Sudahlah… Saya mau tidur dulu…(tolak si sapi). Kemudian dengan wajah penuh resah, kecewa, marah yang bercampur aduk pak tikus plang. Dan keesokan paginya terdengar suara, ” bapak2, ada yang terperangka…. Perangkapnya bergerak2… (Teriak sang anak petani itu). Lalu dengan cepatnya sang ibu memeriksanya. Aaah…. (Teriakan sang ibu) kenapa bu..(tanya sang anak) dan setelah dibuka ternyata ibunya telah terkena gigitan. Dan yang lebih kagetnya, bukan tikus yang afa dalam perangkap itu. Melainkan seekor ular yang masuk rumah fan terperangkap nebakan tikus.
Setelah beberapa hari, paska pengobatan, istri petani itu pun tidah kunjung sembuh. Melainkan tambah semakin parah kondisinya, maka karena kasihan. Pak tani menyembelih ayam yang berada di kandang belakang rumahnya, untuk di makan dengan harapan istri yercintabya akan segera sembuh. Dan keesok harinya, dilihatnya istri tercintanya semakin parah kondisinya. Maka dijuallah kambing yang berada di samping rumahnya untuk berobat ke dokter. Dan dua hari berikutnya, istri petani itu meninggal dinia karena kondisinya yang sudah tidak mingkin tertolong lagi. Maka berdatanganlah para pelayat untuk memberikan ucapan bela sungkawa. Dan pada akhirnya… Maka sapi kesayangannya pun disembelih untuk dijadikan hidangan para pelayat tsb.
Saudaraku yang disayang Allah SWT. Tidakkah hal semacam itu tidak perlu terjadi jika kita bisa membantu saudara kita yang tidak mampu / yang membutuhkan? Maka kita mari kita ambil hikmah dari kisah diatas, dan jadikanlah sebagai lelajaran dalam hidup ini. Cukup sekian Wassalam…
klic disini jika anda ingin bergabunh dengan kami.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s