JANGAN SAMPAI SALAH TANGKAP DONG.

detikcom – Kediri, Mintoro (35)
masih trauma. Pria yang sehari-hari
berprofesi sebagai penyembelih
ayam tersebut menjadi korban salah
tangkap. Ironisnya, bapak dua anak
itu sudah babak belur dihajar polisi
karena diduga pelaku kejahatan
narkoba.
Mintoro masih tak bisa melupakan
kejadian yang dialaminya pada
Minggu (19/8/2012), atau menjelang
Salat Idul Fitri.
Saat itu, sekitar pukul 04.25 Wib,
Mintoro didatangi empat orang
berpakaian preman lewat pintu
belakang. Orang itu mengaku akan
beli ayam.
Saat itu istrinya menengok melalui
jendela dan meminta empat orang
tersebut kembali siang hari. “Karena
kita sedang persiapan lebaran,” kata
Mintoro kepada detiksurabaya.com,
Selasa (21/8/2012).
Nampaknya jawaban sang istri tidak
memuaskan keempat orang tersebut.
Lantas pintu belakang digedor dan
didobrak.
“Mereka langsung masuk kamar dan
mencari saya,” kata dia. Istri dan dua
anak Mintoro dipaksa masuk kamar
belakang.
Di dalam kamar depan, Mintoro
mengaku dihajar oleh keempat orang
yang membawa pistol tersebut. Dada
bekas operasi paru-paru juga kena
tendangan dan pukulan.
“Saya digebukin dan diinjak sampai
saya terlempat ke ruang tengah
depan televisi. Gigi saya rompal dua,”
terangnya.
Di ruang tengah, itu kata Mintoro,
dirinya dalam posisi tengkurap
diduduki oleh salah satu dari
keempat orang tersebut.
“Kasusmu itu saya yang
menyelesaikan, tapi kamu susah
diatur. Kamu tadi malam SMS saya
tapi kamu bohongin saya,” kata salah
pria tersebut seperti ditirukan
Mintoro.
Sementara pria yang lain membentak
dan menyebut dirinya dengan
sapaan ‘Keceng’. “Wis ngakuo Ceng
Keceng,” bentaknya.
Mintoro yang merasa ada yang
janggal langsung protes. Minarno
merasa orang tersebut salah sasaran,
sebab Keceng yang dicari itu nama
tetangganya.
“Saya bukan Keceng pak. Kalau cari
keceng rumahnya disebelah timur
sana,” jawab dia kepada empat orang
itu.
Mintoro juga sempat bertanya.
“Bapak itu polisi apa perampok,”
tanyanya.
Namun jawabannya justru bentakan.
“Polisi, diam kamu!” kata Mintoro
menirukan.
Namun pengakuan Mintoro itu tak
dihiraukan. Sebaliknya kepala Mintoro
justru dibenturkan ke lantai sembari
terus dibentak-bentak menanyakan
barang yang dicari orang-orang
tersebut.
“Ndi barange (mana barangnya)!”
teriak orang tersebut. Mintoro yang
kesakitan hanya bisa meminta
ampun. Keributan di rumah Mintoro
itu dipergokki warga sekitar.
Sebelumnya Mintoro sempat
menelepon tetangganya saat
pintunya digedor-gedor. Warga dan
pamong desa pun berdatangan.
Namun mereka tidak diperkenankan
masuk.
Ternyata ada tiga orang yang
bersenjata pistol sudah berjaga di
luar. Mereka kepada warga mengaku
dari Polres Kediri (bukan Pare seperti
berita sebelumnya).
“Jadi ada tujuh orang. Tiga orang
sudah jaga-jaga di luar,” katanya.
Karena menyadari salah tangkap,
para petugas berpakaian preman dari
Polres Kediri itu melepaskannya.
Mintoro pun dibawa perangkat desa
ke rumah sakit RS Bhayangkara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s